Bismillah...
Kilas balik nih ceritanya. Kembali ke 2002 yang telah silam. Awal mula saya mulai mencoba belajar jual gamis dari konveksi seorang teman atau lebih tepatnya penolongku yang dikirim Allah saat itu, saat saya mencari peruntungan (ciee istilahnya biar kayak penulis beneran gitu lho) ke kota Tulungagung. Di kota itu saya mengawali belajar menjadi sales marketing gamis yang mengakibatkan saya mondar mandir dari toko baju muslim satu ke toko baju muslim lainnya. Dengan sistem konsinasi (bener gak nih nulisnya?) waktu itu saya dapat langganan sejumlah toko baju muslim di kota Tulungagung, Ponorogo, Kediri, Madiun dan Blitar.
Singkat cerita Tulungagung menjadi kota penuh suka duka selepas kuliah akhir tahun 2002 sampai akhir tahun 2007. Setelah itu saya pulang ke kota kelahiran Ponorogo tercinta lagi. Praktis pekerjaan sebagai sales marketing berhenti karena kendala waktu dan kesibukan menjadi seorang ibu dengan kelahiran anak pertama gemeli di tahun 2008 sampai anak ketiga di awal 2012. Naaaah baru di penghujung tahun 2012 inilah saya mulai berani merintis sebuah online shop disela kesibukan dengan 3 amanah mungil dari Allah.
Panjang banget yaa awal ceritanya, tapi itu perlu saya ceritakan karena ada korelasinya dan butuh 300 kata ini tulisan, jadi biar penuhi kuota haha (pissss mba Isah Kambali).
Sejak mulai aktif di olshop ini akhirnya mempertemukan saya dengan teman-teman SMP-SMA saya, salah satunya Rahma (owner DAS Muslim). Brand nya saat itu Khonza yang menurutku harganya mahal banget, tapi memang kualitas bahan dan jahitannya juga oke banget. Sekedar ijin sama Rahma saja saat itu pajang-pajang foto Khonza. Belum sampai daftar jadi reseller. Tapi dalam hati salut sama Rahma yang ternyata punya bakat terpendam jadi designer. Macam-macam gamis dan jilbab dari berbagai brand saat itu yang saya jual via olshop. Tidak selaris cara konvensional marketing dari toko ke toko sih, tapi perlahan saya belajar otodidak mulai dari cari distributor yang representatif sampai cara promo yang efektif dan juga adab bermuamalah. Satu yang saya yakini saat itu berdagang itu adalah sunnah Rasulullah, jadi Allah pasti mudahkan, apapun itu.
Bolak balik ganti distributor adalah resiko saat itu karena belum ketemu distributor yang cocok baik discount nya maupun karakternya (amanah tidaknya). Hingga suatu saat saya lihat status Rahma di akun facebooknya mengunggah foto testimoni pelanggannya tentang gamis katun jepang. Berawal dari itulah aku jadi kepo tentang DAS, namanya unik pisan. Dan harganya yang lebih bersahabat dari Khonza saat itu. Terlepas dari itu semua saya yakin dan percaya 99% sama yang namanya Rahma, dialah yang support saya berhijab kelas 3 semester akhir SMA dan juga O'ov teman se kost saya. Secara, saat itu masih nge-trend kaos oblong dan celana jeans sebagai ootd kekinian saat itu, saat tiba-tiba (menurut saya tiba-tiba) Rahma berhijab. Padahal menurut hemat saya saat itu masih sholihah saya daripada dia (hahaha piss maaa). Lalu secara lugas terus memotivasi saya katanya ''Kamu kapan berjilbab? Kata saya, ''Belum tahu ma, nanggung nih seragam SMA nya, masak kurang 3 bulan ganti seragam muslim? Kalau ada seragam mau sih berjilbab sekarang''. Lalu,'' Ok, besok tak carikan seragam'' katanya. Saya terbengong saja saat itu. Eh, beberapa hari kemudian beneran 2 stel seragam abu putih dan pramuka menumpuk di tempat tidur kost kostan. Tidak tahu gimana asalnya baju itu, yang saya ingat O'ov (sudah berjilbab sejak SMP) dan Rahma lah yang mengusahakan. Haru campur bahagia sekaligus bingung saat itu yang saya rasakan. Nano-nano pokoknya. Praktis semenjak itu semua tingkah laku rasanya jadi jaim banget dan lagi-lagi Rahma yang berani menyenggol tentang tidak baiknya pacaran saat itu dengan guyomn dan tidak membuat saya merasa sakit hati. Intinya Rahma ikut andil dalam proses berhijab saya saat itu.
Jadi sebenarnya atas dasar berbagai macam cerita di atas lah kemudian Bismillah saya niatkan untuk join dalam lingkaran reseller DAS - Doa Anak Shaleh. Tetap kepercayaan terhadap teman yang menjadi landasannya utamanya. Lebih ketemu chemistry nya kata saya. Selain itu DAS benar-benar istiqomah menjaga niatnya walaupun omzet meninggi terus, seperti misalnya tidak tergoda membuat tunik cantik yang saya yakin pasti laris manis kalau di launching. Tapi DAS takut kalau tunik nanti di padu padan customer dengan celana yang jauh dari syar'i. Tanggung jawab di akhirat nanti yang dikhawatirkan. So, DAS juga sevisi dengan olshop saya yaitu Keep Istiqomah For Hijab.
Terlebih lagi keraguan saya tidak bisa menjual produk tidak terbukti karena sejak join DAS omzet saya malah naik drastis. Semoga karena barakah Allah semata.
Wallahu'alam, walaupun bisa dibilang terlambat saya join DAS di September 2016 tapi saya bersyukur bisa dipertemukan dalam lingkaran ini dengan teman-teman bisnis yang asyik, amanah dan satu visi. Juga agen DAS yang selalu memotivasi, baik hati dan tidak sombong yang cantik mendunia sampai Korea (hihihi maaf mba Elok). Jadi tidak pernah ada friksi berarti dalam bisnis ini karena tujuan kita semua sama yaitu ibadah karena Allah. Allahumma Aamiin.
Semoga terus istiqomah DAS Muslim!
Kunjungi lapak kami di 081335044279 - D2F2E2C0
www.facebook.com/dzakiyahijabindonesia
www.instagram.com/dzakiyahijabindonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar